Yusril Klarifikasi Berita yang Dipelintir Media

Mengenai pemberitaan bahwa Yusril Ihza Mahendra menjadi pendukung Ahok, Yusril memberikan klarifikasi bahwa media tertentu memelintir esensi ucapannya. ” Yang saya benarkan adalah statemen bahwa Ahok masih bisa ikut Pilkada. Saya tidak membenarkan apa yang ditulis detik.com karena itu sudah persepsi dan tafsiran mereka”, tuturnya (28/11).

Terkait dengan UU Pilkada, Yusril menilai bahwa dirinya mengatakan hal yang benar meski itu pahit untuk didengar. Yusril membatasi diri bicara dari sudut hukum dan perundang-undangan agar tetap adil dan tetap berpegang pada hukum yang dihormati bersama. “Saya dukung dia tetap ikut pilkada. Cukup jelas pernyataan saya. Soal dugaan penistaan agama, hukum dan keadilan wajib ditegakkan”, lanjut Yusril.

Lebih lanjut Yusril mengatakan bahwa dirinya sudah berulangkali mengatakan pelanggaran terhadap hukum, mesti diproses dan ditegakan keadilan. “Dalam keyakinan saya, menegakkan syari’ah dalam konteks jinayat baik hudud maupun ta’zir hal itu adalah kewenangan negara, bukan kewenangan individu. Andai saya berhasil menangkap maling di rumah saya, saya tetap tidak berwenang melaksanakan jinayat (hudud) terhadap si pencuri”, ungkapnya.

Yusril menegaskan bahwa selayaknya para elit politik mesti mengedepankan sikap gentlemen. “Saya pribadi, kalau saya bertarung dengan seseorang atau dengan kelompok manapun, saya akan bersikap gentlemen. Pertarungan harus berlangsung secara adil dan fair. Sudah sering itu saya lakukan. Saya akan tetap jadi petarung sejati, insya Allah, sampai kapanpun. Mudah2an Allah meridhai saya. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan saya”, paparnya. Yusril mengajak para tokoh Islam untuk jadi pemain, bukan menjadi mainan politik kelompok-kelompok tertentu. “Jangan mudah diprovokasi kelompok lain tanpa berpikir panjang, gampang dipecah belah dan diadu domba satu sama lain. Umat Islam disuruh jadi martir, tapi kalau sudah menang, mereka ditinggal dan kemudian dikuasai kelompok lain. Tidakkah umat Islam negeri ini mau memetik pelajaran dari sejarah dengan mengedepankan rasionalitas daripada emosi?”, pungkasnya

Sumber :
persis.or.id

Posting Komentar

RecentArsip

Recent

  • Untuk Banser: Ada Puluhan Juta Orang Siap Disebut Mayat
  • By Asyari Usman Ketika Hizbut Tahir Indonesia (HTI) dibubarkan tahun lalu ... read more
  • UJIAN Kejama'ahan @salimafillah . Dalam ujian kejama'ahan Bani Israil; ada yang ... read more
  • RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas ... read more
  • Menepi bukan Pergi
  • MENEPI, BUKAN PERGI Oleh ustad Satria Hadilubis Kekecewaan Abu Dzhar Al ... read more
  • Muka Dua
  • BAHAYA ORANG BERMUKA DUA Nabi SAW mengecam orang yang bermuka dua sebagai orang ... read more
  • Ganjik Genap Jakarta
  • *Ganjil Genap DKI JKT* Berdasarkan Pergub DKI Jkt no. 106/2018 ditetapkan: 1.) ... read more
  • Pakai sendal di kuburan
  • BENARKAH DIHARAMKAN MEMAKAI SENDAL DI KUBURAN ?? Oleh : Abdullah Al ... read more
  • Ambisi Pribadi
  • *MEWASPADAI AMBISI PRIBADI* Dalam sejarah pergerakan Islam, di samping ... read more
  • KONSEP NALAR & LOGIKA KEKUASAAN ARAH BARU INDONESIA. **** Kita tidak bisa ... read more
  • Sari Wangi
  • *PELAJARAN SANGAT BERHARGA DARI BANGKRUTNYA SARI WANGI* Oleh : Jamil Azzaini ... read more
    Recent Posts Widget

    Arsip

    Entri yang Diunggulkan

    Kemunculan Al Mahdi - Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc

    Gambar Ilustrasi Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016 Kemunculan Al Mahdi Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc K...

    Hot in week

    Tayangan Laman

    900016
    item