Ketika seseorang bertanya, mengapa kita harus tidak percaya bahwa Tuhan dilahirkan?

Dua jawaban Dr. Zakir Naik yang masih saya ingat sampe sekarang. Walau sebenarnya cuma nonton bagian yang itu.

1. Ketika seseorang bertanya, mengapa kita harus tidak percaya bahwa Tuhan dilahirkan?

Beliau menjawab: Apakah mungkin seseorang lelaki melahirkan? Tidak, karena itulah definisi laki-laki. Adapun yang melahirkan, maka definisinya adalah perempuan. Nah kembali ke persoalan awal, mengapa kita harus tidak percaya bahwa Tuhan dilahirkan? Karena demikianlah definisi Tuhan. Definisi Tuhan adalah yang tidak beranak dan tidak diperanakan, yang beridiri sendiri atau tidak membutuhkan bantuan, malah Dialah tempat makhluk bergantung, dan tidak sezat pun yang mampu menyetarai zat-Nya (Jawaban ini dijelaskan secara terang-benderang dalam Alquran surah Al-Ikhlas, ayat 1-4).

Lalu bagaimana jika ada yang mengatakan bahwa Tuhan dilahirkan? Anda baru bisa menemukan jawabannya jika telah paham definisi “tuhan”. Jika mendefinisikan “tuhan” saja masih keliru, bagaimana Anda menemukannya?

2. Orang yang sama mempertanyakan pernyataan, bahwa seseorang “berstatus” muslim dijamin masuk surga.

Ini pernyataan keliru yang dianut kebanyakan orang—bahkan umat Islam sendiri. Karena esensi keislaman itu bukan pada statusnya, melainkan pada betapa kuat ia memegang keyakinan Laa ilaaha illaa Allah. Ada seseorang yang mengaku sebagai muslim, namun dalam perjalan hidupnya, ia meyakini kalau rezekinya tergantung sebuah batu cincin, atau yang lain. Atau menyandarkan keselamatan pada selembar kertas—meski ada tulisan Alquran di sana. Walau yang melakukannya berstatus muslim dan mati dalam keyakinan tersebut, maka ia kekal di neraka.

Termasuk di dalamnya orang-orang yang tidak memercayai apa yang dikatakan Alquran. Di saat Alquran memerintahkan sesuatu, namun dianggap salah atau tidak sesuai zamannya. Ia telah kafir, dan jika belum bertobat, maka tempatnya adalah neraka yang paling hina, bahkan lebih hina dari seorang kafir yang belum bersyahadat. Sebab ia telah mengingkari ilmu agama yang sampai padanya.

Di dunia ini, hanya ada dua golongan manusia: beriman pada seluruh juru selamat dan setiap yang disampaikannya, atau menjadi kafir. Jika ia mengimani seluruh juru selamat atau nabi, dan menjadikannya teladan, maka ia telah beriman pada ajaran yang benar. Ia telah menyerahkan diri pada Tuhan. (Orang-orang yang berserah diri pada Tuhan = Muslim—dalam bahasa Arab)


Jawaban di atas adalah saduran dari cuplikan jawaban Dr. Zakir Naik.

Sahabatmu, Qalam.

Posting Komentar

RecentArsip

Recent

  • Untuk Banser: Ada Puluhan Juta Orang Siap Disebut Mayat
  • By Asyari Usman Ketika Hizbut Tahir Indonesia (HTI) dibubarkan tahun lalu ... read more
  • UJIAN Kejama'ahan @salimafillah . Dalam ujian kejama'ahan Bani Israil; ada yang ... read more
  • RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas ... read more
  • Menepi bukan Pergi
  • MENEPI, BUKAN PERGI Oleh ustad Satria Hadilubis Kekecewaan Abu Dzhar Al ... read more
  • Muka Dua
  • BAHAYA ORANG BERMUKA DUA Nabi SAW mengecam orang yang bermuka dua sebagai orang ... read more
  • Ganjik Genap Jakarta
  • *Ganjil Genap DKI JKT* Berdasarkan Pergub DKI Jkt no. 106/2018 ditetapkan: 1.) ... read more
  • Pakai sendal di kuburan
  • BENARKAH DIHARAMKAN MEMAKAI SENDAL DI KUBURAN ?? Oleh : Abdullah Al ... read more
  • Ambisi Pribadi
  • *MEWASPADAI AMBISI PRIBADI* Dalam sejarah pergerakan Islam, di samping ... read more
  • KONSEP NALAR & LOGIKA KEKUASAAN ARAH BARU INDONESIA. **** Kita tidak bisa ... read more
  • Sari Wangi
  • *PELAJARAN SANGAT BERHARGA DARI BANGKRUTNYA SARI WANGI* Oleh : Jamil Azzaini ... read more
    Recent Posts Widget

    Arsip

    Entri yang Diunggulkan

    Kemunculan Al Mahdi - Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc

    Gambar Ilustrasi Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016 Kemunculan Al Mahdi Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc K...

    Hot in week

    Tayangan Laman

    900017
    item