'Moslem Fanatics Fight in Surabaya'




Judul di gambar ini merupakan ss dari koran digital The New York Times tanggal 20 November 1945, saat mulainya perang besar-besaran sejak 10 November yang didaulat menjadi hari pahlawan.


Dalam artikel koran tersebut, disebutkan ribuan atau lebih muslim yang dicap media mereka fanatik berjuang melawan Inggris di Surabaya, karena mengikuti seruan ulama mereka.

Sejarah mengajarkan, umat Islam yang melawan penjajahan dan mengikuti ulama akan disebut 'fanatik' atau 'radikal' atau semacamnya, dan 71 tahun silam dalam artikel ini mengajarkan kita.

Sejarah mengajarkan, bahwa kemenangan sudah dekat, dan tak akan ada yang sia-sia. Menyesap teh hangat di pagi hari, mengantar anak sekolah, mengetik dengan santai di laptop, menginjak pedal hingga terlelap di malam hari, sebuah nikmat kemerdekaan yang dahulu mereka, para 'muslim fanatik' dan para ulama perjuangkan berpeluh darah.

Mereka tak peduli dicap fanatik. Para ulama pun berjuang dengan segenap tenaga. Maka, kalau hari ini ada pihak yang tak menghargai ulama, mencap muslim fanatik, menakut-nakuti umat dengan bala tentaranya, maka mereka tak pernah belajar dari sejarah, seperti kata Shaw, "When he said that we learn from history that man can never learn anything from history." Bahwa umat Islam tak kan pernah gentar, pun melawan kepongahan penjajah bertank-tank di depan mata.

Nikmat memang, berdiri tegak ber-haha hihi ria di riuh kafe Ibu Kota, di atas jejak syuhada November 1945. Di balik layar PC mencaci maki ulama, men-share berita hoax merendahkan para ulama; lupa akan akar negerinya, bahwa kenikmatannya kini karena jasa mereka di masa silam, sambil menuding sana-sini fanatik, persis para penjajah dulu di sini.

Maka, camkan kalimat Buya Hamka ini, “Tuan boleh menuduh kaum muslimin itu fanatik. Tapi tuan harus membenarkan kata hati tuan sendiri bahwasanya fanatik umat Islam itu modal yang sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia. Agar tuan tahu itu bukanlah fanatik! Itulah yang bernama ghirah!”

(sumber gambar kiriman bang Alwi Alatas)

===============
Ikuti konten-konten Sejarah terbaru bersama Jejak Islam untuk Bangsa di chanel berikut ini:
website: jejakislam.net
twitter: twitter.com/jejak_islam
facebook: fb.me/jejakislam.net
telegram: tlgrm.me/JejakIslamuntukBangsa

===============
Kerjasama Lembaga, Donasi, dan Undangan Kajian Sejarah, narahubung 085782700545 (Call/SMS/WA/Telegram)

Posting Komentar

RecentArsip

Recent

  • Untuk Banser: Ada Puluhan Juta Orang Siap Disebut Mayat
  • By Asyari Usman Ketika Hizbut Tahir Indonesia (HTI) dibubarkan tahun lalu ... read more
  • UJIAN Kejama'ahan @salimafillah . Dalam ujian kejama'ahan Bani Israil; ada yang ... read more
  • RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas ... read more
  • Menepi bukan Pergi
  • MENEPI, BUKAN PERGI Oleh ustad Satria Hadilubis Kekecewaan Abu Dzhar Al ... read more
  • Muka Dua
  • BAHAYA ORANG BERMUKA DUA Nabi SAW mengecam orang yang bermuka dua sebagai orang ... read more
  • Ganjik Genap Jakarta
  • *Ganjil Genap DKI JKT* Berdasarkan Pergub DKI Jkt no. 106/2018 ditetapkan: 1.) ... read more
  • Pakai sendal di kuburan
  • BENARKAH DIHARAMKAN MEMAKAI SENDAL DI KUBURAN ?? Oleh : Abdullah Al ... read more
  • Ambisi Pribadi
  • *MEWASPADAI AMBISI PRIBADI* Dalam sejarah pergerakan Islam, di samping ... read more
  • KONSEP NALAR & LOGIKA KEKUASAAN ARAH BARU INDONESIA. **** Kita tidak bisa ... read more
  • Sari Wangi
  • *PELAJARAN SANGAT BERHARGA DARI BANGKRUTNYA SARI WANGI* Oleh : Jamil Azzaini ... read more
    Recent Posts Widget

    Arsip

    Entri yang Diunggulkan

    Kemunculan Al Mahdi - Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc

    Gambar Ilustrasi Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016 Kemunculan Al Mahdi Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc K...

    Hot in week

    Tayangan Laman

    item