*Ringkasan Tabligh Akbar Masjid Al Aqsha Klaten*

🗓Ahad, 29 Januari 2017


(فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ * الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ)
"Maka hendaknya mereka menyembah kepada Rabb pemilik rumah ini (Ka'bah). (Dia) yang telah memberikan makan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan memberikan keamanan kepada mereka dari rasa takut." (Quraisy: 3-4)



Alloh berfirman:
(الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ)
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." ( Al An'am: 82)





*Kiat-kiat dalam menjaga nikmat keamanan pada suatu negeri:*

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ)
"Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Muhammad: 7)



(كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّه)
"Kalian adalah sebaik-baiknya ummat yang diutus kepada umat manusia. Kalian memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari yang munkar dan kalian beriman kepada Alloh." (Ali Imron: 110)
Ketika suatu kaum senantiasa menegakkan amar ma'ruf nahi munkar maka Alloh akan menjauhkan mereka dari semua bencana, musibah, fitnah serta menegakkan keamanan di tengah-tengah mereka.
Alangkah indahnya ketika ada pada suatu negeri Islam suatu lembaga resmi yang khusus mengurusi perkara amar ma'ruf nahi munkar seperti yang berlaku di negara Saudi Arabia.
Tidaklah Alloh menurunkan bencana, musibah, fitnah pada suatu kaum kecuali karena mereka meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar.

Rasululloh _shollallohu 'alaihi wa sallam_ bersabda:
مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعْ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي
"Barang siapa yang taat kepadaku berarti dia telah taat kepada Allah dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia telah bermaksiat kepada Allah. Dan barang siapa yang taat kepada pemimpin berarti dia telah taat kepadaku dan barang siapa yang bermaksiat kepada pemimpin berarti dia telah bermaksiat kepadaku." (HR. Bukhori dan Muslim, dari Abu Hurairah _radhiyallohu 'anhu_)
Dengan ketaatan rakyat kepada pemimpinnya pada perkara-perkara yang tidak menyelisihi syariat, maka akan tercipta keamanan. Dan inilah salah satu sebab terbesar terciptanya keamanan di suatu negeri.
Ketika rakyat tidak taat kepada pemimpinnya, maka akan tercipta berbagai kejelekan yang merata.

مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
"Siapapun yang melihat sesuatu dari pemimpinnya yang tidak disukainya, hendaklah ia bersabar terhadapnya, sebab barang siapa yang memisahkan diri sejengkal dari jama'ah, kemudian dia mati, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah." (HR. Bukhori dan Muslim, dari sahabat Ibnu Abbas _radhiyallohu 'anhuma_)
Dan kewajiban kita hanya menasihati pemimpin kaum muslimin jika ada pada mereka kesalahan, secara sembunyi-sembunyi, rahasia, dan tidak melakukannya di hadapan manusia. Dan tidak boleh untuk menjelek-jelekkan pemimpin di hadapan manusia, di forum-forum umum.
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ
"Barangsiapa yang hendak menasehati penguasa dengan suatu perkara, maka jangan dilakukan dengan terang-terangan, tapi gandenglah tangannya dan menyepilah berdua. Jika diterima memang begitu, jika tidak maka dia telah melaksakan kewajibannya" (HR. Ahmad dan Ibnu Abi Ashim, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)


Perhatikan wasiat Rasululloh _sholallohu 'alaihi wa sallam_ kepada Hudzaifah ibnul Yaman _radhiyallohu 'anhu_ berikut ini:
تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلْأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ
"Dengar dan patuhilah kepada pemimpinmu, walaupun ia memukulmu dan merampas harta bendamu, dengar dan patuhilah dia." (HR. Muslim)

Maka pemerintah mengambil langkah yang tegas dalam mengembalikan mereka kepada pemahaman agama yg benar.


(Demikian ringkasan materi dari apa yang kami dimudahkan untuk menulis dan menyusunnya, dari muhadhoroh yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Ibrohim Ar Ruhaily _hafizhohulloh_ di Masjid Agung Al Aqsho, Klaten, 29 Januari 2017)
✍Abu Umar Al Jakarty
(Red: beliau pengisi tetap kajian di Masjid Muhammad Masyraf, Geneng Prambanan)
Posting Komentar