"Gaduh Ini Bukan Kita. Bukan Indonesia




By : Fahri Hamzah.

Pagi ini saya baru tahu bahwa sama dengan @anismatta, RizieqShihab juga pernah bersekolah di sekolah Katolik.


Saya juga baru tahu bahwa sama seperti @felixsiauw, @UstadTengku juga keturunan Tionghoa.

Kita terbantu oleh mudahnya mencari berita, sehingga kemudahan ini seharusnya memudahkan kita menemukan kesamaan.

Sayang sekali kalau kemudahan ini melalui internet justru kita pakai untuk mencari perbedaan sebanyak mungkin.

Dan perbedaan yang semakin tajam itu kita jadikan ujung sengketa yang merajalela.

Begitulah cara kita memandang FPI dan RizieqShihab yang oleh sekelompok orang di-demonised.

Mereka warga negara yang terbuka. Biasa diajak bicara dan komunikasi.

Bahkan saya lihat dalam video yang berdurasi cukup panjang sang Habib bicara di depan forum agama-agama.

Beliau juga bicara tentang dasar negara dan pandangannya dituangkan dalam Tesis S2 dan desertasi S3.

Jadi pertanyaaanya, kenapa pengkritik beliau tidak duduk saja bersama apalagi Kalau Sama2 punya gelar akademik.

Bedanya memang karena FPI adalah ormas yang punya anggota dan massa. Sehingga Habib juga punya massa.

Sementara para pengkritik tidak punya massa yang gak apa-apa tapi jangan sembunyi di balik akun palsu.

Saya rasa habib gak akan pergi atau menghilang kalau diajak bicara. Dia lahir di jakarta.

Sementara tidak fair kalau yang tidak pernah nampak, tidak punya ide dan tidak punya massa menyerang dari belakang.

Cap tidak toleran kepada habib @RizieqShihab rasanya tidak fair. Karena dia ada dan dipanggil polisi dia datang.

Sementara yang menuduh tidak toleran tidak kelihatan. Hanya ramai pakai nama samaran.

Hari itu, habib RizieqShihab bersama jutaan massa. Dia memberi khotbah Jumat. Di antara jama'ah ada @jokowi dan @Pak_JK .

Di antara penyimaknya adalah panglima TNI dan Kapolri dan kita bangsa Indonesia.

Apa bisa kita lompat menuduh orang yang bicara di depan kepala negara sebagai tidak toleran?

Kalaupun ia, kenapa kepala negara tidak bicara dan membantah apa yang ia katakan?

Jadi sekali lagi,
Ini banyak keanehan...
Ini bukan Indonesia..
Ini bukan kita..

10.07 17/01/2017

Posting Komentar

RecentArsip

Recent

  • Untuk Banser: Ada Puluhan Juta Orang Siap Disebut Mayat
  • By Asyari Usman Ketika Hizbut Tahir Indonesia (HTI) dibubarkan tahun lalu ... read more
  • UJIAN Kejama'ahan @salimafillah . Dalam ujian kejama'ahan Bani Israil; ada yang ... read more
  • RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas ... read more
  • Menepi bukan Pergi
  • MENEPI, BUKAN PERGI Oleh ustad Satria Hadilubis Kekecewaan Abu Dzhar Al ... read more
  • Muka Dua
  • BAHAYA ORANG BERMUKA DUA Nabi SAW mengecam orang yang bermuka dua sebagai orang ... read more
  • Ganjik Genap Jakarta
  • *Ganjil Genap DKI JKT* Berdasarkan Pergub DKI Jkt no. 106/2018 ditetapkan: 1.) ... read more
  • Pakai sendal di kuburan
  • BENARKAH DIHARAMKAN MEMAKAI SENDAL DI KUBURAN ?? Oleh : Abdullah Al ... read more
  • Ambisi Pribadi
  • *MEWASPADAI AMBISI PRIBADI* Dalam sejarah pergerakan Islam, di samping ... read more
  • KONSEP NALAR & LOGIKA KEKUASAAN ARAH BARU INDONESIA. **** Kita tidak bisa ... read more
  • Sari Wangi
  • *PELAJARAN SANGAT BERHARGA DARI BANGKRUTNYA SARI WANGI* Oleh : Jamil Azzaini ... read more
    Recent Posts Widget

    Arsip

    Entri yang Diunggulkan

    Kemunculan Al Mahdi - Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc

    Gambar Ilustrasi Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016 Kemunculan Al Mahdi Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc K...

    Hot in week

    Tayangan Laman

    900017
    item