Hati-Hati Dalam Menilai Sahabat

Mereka bukan tanpa dosa dan aib, krn tidak ada satu sahabatpun yg ma'shum, tetapi berani memberi penilaian yg belagu, lancang dan tidak beradab seperti PEMBERONTAK, MELAKUKAN MAKAR dan yg semisalnya, tentu sangat berbahaya.
Pertama, bakal ada peperangan diantara sahabat sudah disampaikan Nabi dlm sabdanya, "tidak akan datang kiamat sebelum dua kelompok berperang, lalu diantara keduanya terjadi pembunuhan sementara dakwa mereka sama." (Muttafaq 'alaih), Ibnu Hajar mengomentari hadits tsb dua kelompok itu adalah kelompok Ali dan kelompok Mu'awiyah. Adapun dakwa mereka adalah Islam menurut pendapat yg rajih, dan dikatakan jg maksud dakwa tsb adalah aqidah keduanya haq (Fathul Bari, juz 12, hlm. 303).
Kedua, Nabi jg bersabda, "anakku ini (Hasan) sayyid, dan semoga Allah mendamaikan DUA KELOMPOK MUSLIM dengannya." (HR. Bukhari). Coba lihat, perang antara Ali dg Muawiyah disebut Nabi "dua kelompok muslim", artinya pendukung Ali muslim, pendukung Muawiyah jg muslim.
Ketiga, beliau jg bersabda, "jangan mencela sahabatku!" (HR. Bukhari). Imam Nawawi mengomentarinya, "ketahuilah bhw mencela sahabat seburuk-buruk perbuatan haram, baik sahabat yg terlibat dalam fitnah ataupun tidak, karena mereka adalah mujtahid dalam perang tersebut." (Syarh Shahih Muslim, juz 16, hlm. 93).
At-Thahawi mengatakan, "kita mencintai semua sahabat, tdk berlebihan dan tdk berlepas tangan dr mereka, kita membenci siapa membenci mereka dan menyebutkan ttg mereka dg buruk, kita tdk akan membicarakan ttg mereka kecuali yg baik. Mencintai mereka adalah agama, iman dan ihsan, sementara membenci mereka adalah kekafiran, kemunafikan dan melampaui batas." (Syarh ath-Thahawiyah, Ibn Abil 'Izz, hlm. 467).
Abu Zur'ah ar-Razi mengatakan, "jika engkau melihat seseorang merendahkan salah satu sahabat, maka ketahuilah sesungguhnya orang itu ZINDIQ." (al-Kifayah, Khathib al-Baghdadi, hlm. 97).
Posting Komentar