Belajar dari Partai Nahdhah Tunisia




By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Tunis, makin manis. Arab Spring bergelora di tahun 2011. Hanya Tunis yang selamat dari skenario kudeta, perang saudara, atau arogansi rezim berkuasa.

(2)
Boleh jadi. Tunis mampu melalui fase kegelapan Ben Ali, Presiden 3 dekade. Lalu semua patuh menanggalkan egoisme. Rela berbagi. Menutup celah pihak luar, menakar emas di air keruh.

(3)
Kini Tunis, melalui partai Nahdhah yang disebut cabang IM di Tunisia, mengejutkan banyak pihak. Ahad lalu (22/05/16) dalam muktamar ke-10. Melakukan hal-hal luar biasa untuk sebuah partai berbasis fikrah Ikhwanul Muslimin.

(4)
1. Muktamar dihadiri 1000 anggota Majlis Syuuro (peserta muktamar) dari semua wilayah. Masing-masing memiliki hak 1 suara.

(4)
2. Pemilihan ketua partai dilakukan terbuka. Didahului pemaparan visi misi. Dishoot media. Menggunakan fasilitas canggih. Setiap peserta tinggal memencet nomor calon ketua yang dipilih.

(5)
Tidak ada intimidasi. Intrik politik uang. Apalagi memilih berdasarkan intruksi. Muktamar hanya sebagai protokoler pengesahan kandidat tertentu. Sebab nama pengurus sudah tuntas di balik layar. Pemilu jurdil dilakukan. Syaikh Ghannouchi terpilih dengan 800 suara.

(6)
Syaikh Ghannouchi menang telak, disebabkan visi partai ke depan: memisahkan antara aksi politik dengan amal dakwah. Pemisahan bukan talak tiga. Tapi menjadikan profesionalisme dan proporsionalisme sebagai asas kebijakan partai.

(7)
Ide pemisahan partai dengan dakwah, bukan hal baru. Imam AlBanna sebelum syahidnya, pernah memperjuangkan hal yang sama. Bahkan HAMAS, sejak tahun 1996, melalui DR. Muqadimah.

(8)
Namun akibat penangkapan dan invasi Israel, membuat HAMAS menjadi organisasi militer, politik, ormas dakwah sekaligus. HAMAS pernah pun sukses di Pemilu 2006. Tapi ditolak Barat.

(9)
Partai AnNahdhah kini menjadi pelopor partai Madani yang berhaluan Islam. Ada yang menyebutnya dengan Erdogan's Way saat memisahkan diri dari Erbakan. Ada juga yang menilai sebagai kewajaran, jika melihat komposisi rakyat Tunisia yang lama digulung Liberalisme dan Sekularisme. (10)
Strategi yang pas pada saat ini. Ketika organisasi induk IM mengalami pembonsaian luar biasa. Dihantam konspirasi penguasa-penguasa binaan Inggris dan Mossad

Related

Nandang Burhanudin 7465431799478443197

Posting Komentar

RecentArsip

Recent

  • Untuk Banser: Ada Puluhan Juta Orang Siap Disebut Mayat
  • By Asyari Usman Ketika Hizbut Tahir Indonesia (HTI) dibubarkan tahun lalu ... read more
  • UJIAN Kejama'ahan @salimafillah . Dalam ujian kejama'ahan Bani Israil; ada yang ... read more
  • RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas ... read more
  • Menepi bukan Pergi
  • MENEPI, BUKAN PERGI Oleh ustad Satria Hadilubis Kekecewaan Abu Dzhar Al ... read more
  • Muka Dua
  • BAHAYA ORANG BERMUKA DUA Nabi SAW mengecam orang yang bermuka dua sebagai orang ... read more
  • Ganjik Genap Jakarta
  • *Ganjil Genap DKI JKT* Berdasarkan Pergub DKI Jkt no. 106/2018 ditetapkan: 1.) ... read more
  • Pakai sendal di kuburan
  • BENARKAH DIHARAMKAN MEMAKAI SENDAL DI KUBURAN ?? Oleh : Abdullah Al ... read more
  • Ambisi Pribadi
  • *MEWASPADAI AMBISI PRIBADI* Dalam sejarah pergerakan Islam, di samping ... read more
  • KONSEP NALAR & LOGIKA KEKUASAAN ARAH BARU INDONESIA. **** Kita tidak bisa ... read more
  • Sari Wangi
  • *PELAJARAN SANGAT BERHARGA DARI BANGKRUTNYA SARI WANGI* Oleh : Jamil Azzaini ... read more
    Recent Posts Widget

    Arsip

    Entri yang Diunggulkan

    Kemunculan Al Mahdi - Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc

    Gambar Ilustrasi Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016 Kemunculan Al Mahdi Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc K...

    Hot in week

    Tayangan Laman

    900017
    item