Awas! Ulama’ Gadungan Di Medsos.

Di medsos, atau internet banyak sekali orang-orang yang sekilas bagaikan seorang jagoan, bahkan paling jagoan. Tanpa terkecuali dalam urusan ilmu dan dakwah, semua urusan dia komentari, dia tanggapi dan dia bahas, dan tentunya modalnya hanya “katanya” atau “menurutku”.


Namun giliran komputernya dimatikan atau koneksinya putus, nampaklah aslinya, blegak bleguk, bahkan baca Al Fatihah saja susah payah.

Waspada dan rajin rajinlah bercermin, agar anda tidak terperangkap dalam perseteruan dengan ulama’ gadungan yang banyak betebaran di medsos, dan juga tidak jadi ulama’ gadungan di medsos.

Sobat! Tahukah saudara bahwa salah satu karakter orang yang beriman ialah selalu waspada agar tidak terpleset dalam perdebatan dengan ulama’ gadungan semisal yang banyak ditemukan di medsos. Mereka sadar bahwa ilmu bukan modal untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, namun untuk mengajari orang-orang bodoh. Sehingga bila orang bodoh diajari malah mendebat, maka para ulama’ akan menyingkir.
( من طلب العلم ليماري به السفهاء أو ليباهي به العلماء أو ليصرف وجوه الناس إليه فهو في النار )
Siapapun yang menuntut ilmu untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, atau berbangga bangga di hadapan ulama’ atau untuk memalingkan perhatian orang lain kepadanya, maka kelak ia berada di neraka. (At Tirmizy, Ibnu Majah dll)

Para ulama’ berilmu bukan untuk diobral kepada orang orang yang tidak menghargainya, namun untuk dihadiahkan kepada orang yang menghargainya.

Para ulama’ sadar bahwa berdebat melawan orang-orang bodoh sedikit manfaatnya, banyak madharatnya dan hanya akan menyemai permusuhan di antara mereka, bahkan bentuk dari kebodohan. Karenanya, Setiap kali anda merasa geram untuk berdebat di medsos, ingat kembali sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا
Aku memberi jaminan berupa rumah di pinggiran surga, bagi orang-orang yang menjauhi perdebatan kusir walaupun ia berada pada pihak yang benar. (Abu Dawud dan lainnya)

Belum lagi, bila perdebatan ternyata tanpa anda sadari telah menjadi ajang unjuk gigi, alias mringis, atau media nyinyir alias menghina dan mengolok-olok orang lain, bukan lagi untuk menegakkan kebenaran dan mengingkari kemungkaran. Pada perbedatan yang baik, yang ada hanya dalil dan bukti, sedangkan pada perolok-olokan dipenuhi oleh ejekan, hinaan dan cemoohan, hiiih, menjijikkan.

Dr Muhammad Arifin Badri

Related

Dr Muhammad Arifin Badri 877146199543259840

Posting Komentar

RecentArsip

Recent

  • Untuk Banser: Ada Puluhan Juta Orang Siap Disebut Mayat
  • By Asyari Usman Ketika Hizbut Tahir Indonesia (HTI) dibubarkan tahun lalu ... read more
  • UJIAN Kejama'ahan @salimafillah . Dalam ujian kejama'ahan Bani Israil; ada yang ... read more
  • RASANYA PERBINCANGAN kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas ... read more
  • Menepi bukan Pergi
  • MENEPI, BUKAN PERGI Oleh ustad Satria Hadilubis Kekecewaan Abu Dzhar Al ... read more
  • Muka Dua
  • BAHAYA ORANG BERMUKA DUA Nabi SAW mengecam orang yang bermuka dua sebagai orang ... read more
  • Ganjik Genap Jakarta
  • *Ganjil Genap DKI JKT* Berdasarkan Pergub DKI Jkt no. 106/2018 ditetapkan: 1.) ... read more
  • Pakai sendal di kuburan
  • BENARKAH DIHARAMKAN MEMAKAI SENDAL DI KUBURAN ?? Oleh : Abdullah Al ... read more
  • Ambisi Pribadi
  • *MEWASPADAI AMBISI PRIBADI* Dalam sejarah pergerakan Islam, di samping ... read more
  • KONSEP NALAR & LOGIKA KEKUASAAN ARAH BARU INDONESIA. **** Kita tidak bisa ... read more
  • Sari Wangi
  • *PELAJARAN SANGAT BERHARGA DARI BANGKRUTNYA SARI WANGI* Oleh : Jamil Azzaini ... read more
    Recent Posts Widget

    Arsip

    Entri yang Diunggulkan

    Kemunculan Al Mahdi - Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc

    Gambar Ilustrasi Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016 Kemunculan Al Mahdi Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc K...

    Hot in week

    Tayangan Laman

    900016
    item